You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Nagari Taeh Baruah
Taeh Baruah

Kec. Payakumbuh, Kab. LIMA PULUH KOTA, Provinsi SUMATERA BARAT

MEDIA INFORMASI SEPUTAR NAGARI TAEH BARUAH

SEJARAH NAGARI TAEH BARUAH

Administrator 11 November 2022 Dibaca 2.556 Kali
SEJARAH NAGARI TAEH BARUAH

Pada Tahun 1020 M  umumnya masyarakat minangkabau berasal dari Kaki Gunung Merapi dan tidak terkecuali masyarakat Nagari Taeh Baruah. Konon ceritanya asal masyarakat Taeh Baruah turun dari kaki Gunung Bungsu tepatnya dari Kondunag turun ke Baruah membuka Kampung Dusun dan Korong. Sewaktu membuka kampung, dusun, koto dan korong tersebut mereka menemukan kayu besar yang nama batangnya kayu Taeh, maka dengan sepakat di namakan lah “ Nagari Taeh Baruah “.

 

Tahun 1100-1400 M dari otonom Niniak Anak Taeh yaitu Rajo Simalanggang Pucuak di Taeh Baruah, Mualim di sungai Beringin, Potti di Piobang serta Guru / Imam di Gurun Lubuak Batingkok mengadakan musyawarah, maka didirikan lah Pokan di Taeh Baruah guna untuk tempat musyawarah Adat Istiadat serta pemasaran hasil Pertanian Masyarakat Nagari Taeh Baruah, selanjutnya dibangunlah Surau – surau untuk tempat Pengajian Agam Islam yang mendalam untuk menjadikan para Ulama – Ulama.

Tahun 1401-1800 M Seiring dengan perkembangan penduduknya pun kian bertambah, maka para Ninik Mamak, Codiak Pandai serta alim Ulama mengadakan musyawarah untuk membentuk suatu sistim Pemerintahan yang dikepalai oleh Tuak Palo (Datuk Kapalo) maka sepakatlah Nagari Taeh Baruah menjadi 3 Jorong yaitu :

  • Jorong Parit Dalam
  • Jorong Dalam Koto
  • Jorong Kubu Gadang

Serta dibangunlah Rumah Gonjong ( Balai adat ) yang dijadikan tempat kegiatan seluruh kepentingan masyarakat dalam hal pemerintahan dan adat.Tahun 1801-1900 M Sejak dahulu para Niniak Taeh Baruah sudah memiliki adat yang kuat serta Agama Islam yang mendalam terbukti hingga kini peninggalan Budaya Adat masih ada di Nagari Taeh Baruah antara lain :

  1. Batu Lasuang
  2. Batu Nobat
  3. Batu Manggigil
  4. Batu Losuang Kucing

Serta peninggalan sejarah agama islam yaitu “ Kuburan Kramat “ di Tanjung Lilin Dusun Ekor Koto Jorong Dalam Koto. Selanjutnya Taeh Baruah sejak dahulu adalah Pusat Ilmu yaitu Ilmu adat, Agama dan Masyarakat Taeh Baruah sejak dahulu memiliki Indikasi yang tinggi di Bidang Pembangunan Nagari terbukti, banyak nya jalan-jalan setapak penghubung antar Dusun di tiap-tiap Jorng juga jalan penghubung antar jorong di Kenagarian Taeh Baruah selanjutnya jalan penghubung Nagari Taeh Baruah ke Nagari-nagari tetangga.

Tahun 1901-1945  dengan perlahan-perlahan Nagari Taeh Baruah berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah juga sifat dan potensi masyarakatnya. Walaupun penjajahan di Indonesia terus berlanjut dan berganti hingga ke Ngari Taeh Baruah juga terkena imbasnya bahkan penjajah jahiliah tersebut berkeinginan masuk ke Nagari Taeh Baruah, namun dengan perkasanya para tokoh-tokoh masyarakat, Alim Ulama juga para Ninik Mamak serta masyarakat menolak masuknya penjajah jahiliah ke Nagari Taeh Baruah dengan mengadakan perlawanan serta membuat parit-parit pertahanan. Pada tahun 1945 tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia di proklamasikan oleh Bung Karno – Hatta serta seluruh bangsa Indonesia bahwa Indonesia telah merdeka.

Tahun 1946- 1970 walaupun Negara Indonesia telah Medeka namun pergolakan atau perang saudara banyak terjadi namun masyarakat Taeh Baruah tetap bersatu membangun Taeh Baruah disegala bidang namun yang utama adalah bidang pertanian sebagai hasil utama masyarakat Nagari Taeh Baruah.

Tahun 1971- 1981 setelah Negara Indonesia mengalami perobahan sistim Pemerintahan dari Orde lama kepada Orde baru maka undang-undang Pemerintahan pun berobah khususnya undang-undang Pemerintahan di Sumatera Barat. Sistim Pemerintahan di Indonesia disamakan yaitu Pemerintahan terkecil adalah Pemerintahan Desa maka di Sumatera Barat yang sistem Pemerintahan yang Pemerintahannya Nagari dimekarkan menjadi Pemerintahan Desa maka Nagari Taeh Baruah dijadikan menjadi tiga Pemerintahan Desa yaitu :

  • Desa Parit Dalam
  • Desa Dalam Koto
  • Desa Kubu Gadang

Tahun 1982-1997  walaupun di Nagari Taeh Baruah terjadi tiga sistim Pemerintahan yaitu sistim Pemerintahan Desa namun jiwa dan semangat dan tetap bersatu demi kemajuan Taeh Baruah terbukti Balai Adatnya dan KAN tetap satu yaitu Kerapatan Adat Nagari Taeh Baruah berkat kerja sama seluruh masyarakat Taeh Baruah pada tahun 1987 Listrik 9 PLN ) menerangi Nagari Taeh Baruah.

Tahun 1998-2004 terjadinya Reformasi besar-besaran di Negara Indonesia serta jatuhnya sistim Pemerintahan Orde Baru maka sistim Pemerintahan Reformasi bergulir dengan dikukuhkan nya UU No. 22 Tahun 1999 serta UU No. 25 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Khususnya sistim Pemerintahan di Propinsi Sumatera Barat yang sistim Pemerintahannya akan kembali ke Pemerintahan Nagari. Maka Nagari Taeh Baruah yang pemerintahannya 3 ( Tiga ) Pemerintahan Desa dilebur kembali menjadi 1 ( satu ) Pemerintahan Nagari. Maka tahun 2000 di tunjuklah seorang pejabat sementara Wali Nagari untuk memimpin Nagari Taeh Baruah dalam masa transisi. Pada tahun 2001 LAN dan BPAN serta Pemerintahan sementara Nagari mengadakan Pemilihan Wali Nagari maka terpilihlah seorang Wali Nagari pilihan masyarakat untuk menjadi Wali Nagari Taeh Baruah yang Defenitif.

Bapak Wali Nagari beserta seluruh komponen masyarakat bekerja sama untuk membangun Nagari Taeh Baruah demi mencapai Visi dan Misi Nagari Taeh Baruah yang telah dicanangkan oleh masyarakat Taeh Baruah mudah-mudahan niat yang tulus dapat diperkenankan oleh Yang Maha Kuasa.

 

"Saya Dedi Satria, putra asli Taeh Baruah sangat bangga memiliki kampaung Taeh Baruah, masyarakat kompak, saling membantu, gotong royong dan sangat peduli dengan sesama apalagi sama-sama perantau. Kekerabatan sangat kental karena satu sama lain salin keterkaiatan, apakah hubungan family, dunsanak sasuku, juga kekerabatan yang di bangun oleh leluluhur terdahulu. Kepedulian satu dengan yang lain yang sangat terasa sampai sekarang, kepedulian orang yang lebih tua kepada yang lebih kecil, sebutlah usia anak sekolah, YANG PUTUS SEKOLAH, semua lini masyarakat memotivasi agar tetap sekolah, pada malam hari anak-anak yang tidak mengaji semua menyuruh agar anak tersebut pergi mengaji, Begitu juga ada anak muda dengan prilaku yang menyimpang (buruak cando) semua saling memberikan nasihat, Taeh baruh saat ini juga terkenal dengan seni dan budaya, banyak tokoh-tokoh masyarakat terkenal karena keterampilan seninya, seperti seni pencak silat, seni randai siti saenar, seni suara, seni tari dan bayak seni lainnya. setiap tahun para pemuda secara turun menurun dari dahulu kala menampilkan kesenenian tersebut dalam bentuk acara 'SANDIWARA' pelaksanaanya dipergilirkan antara jorong Parik Dalam, Dalam Koto dan Kubu Godang. Bahasa orang taeh lebih Spesifik dan Unik dibanding dari bahasa daerah yang ada diminang kabau lainnya, terdengar lebih tegas, dan suara yang agak lantang, dan masyarakat bangga dengan bahasanya dan malu merubah bahasanya sendiri. Usul dan masukan 1. Sudah selayaknya pemikir kampuang dibawah komando wali Nagari merencanakan Gedung Serguna di Kampung kito Taeh Baruah, (tempat pertunjukan seni budaya dan saran olah raga) 2. Maju terus kampung tercinta, mari kta bersatu jangan terpecah karena ada perbedaan paham agama, pilihan politik yang sifatnya sementara, dan selesaikan masalah kita dengan kekeluargaan. Saciok bak ayam sadancing bak basi. Hidupkan wirid pengajian, buatkan rumah tahfitz masing masing kejorongan, hidupkan kembali TPA disuarau, mushalla maupun di rumah pribadi. Salam untuk pak Wali Nagari Taeh Baruah Pasaman Barat, 19 Juli 2023
DED SATRIA 19 Juli 2023
"Mungkin disini history sejarah adm tuk dapat merevisi mendalam lagi. Karena masih banyak kekurangannya
Barry 22 November 2022
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2026 Pelaksanaan

APBN 2026 Pendapatan

APBN 2026 Pembelanjaan